You are viewing [info]myspeaks's journal

Dia Anina 2


Seorang gadis. Coba biarkan aku mengigat.
Ah gadis itu. Tetangga baru itu. Apa yang ia lakukan? Segala bercengkrama dan membawa seloyang bolu nikmat yang nampaknya masih hangat. Gemuruh perutku dibuatnya. Ia tersenyum lebar terhadap ibu. Samar2 aku dapat mendengar percakapan antara ia dan ibu. Untuk apasih ia sok akrab dengan ibuku. Untuk apa pula ibu harus meladeninnya dengan muka teramah yang pernah kulihat selama ini. Maksudku, kenapa harus ditampakkan untuk gadis dungu menyebalkan itu. Tidak usalah aku perlu mengetahui ia lebih, bagaimana tabiatnya. Sudah tercoreng kuat bahwa ia adalah gadis dungu, yang gampang bergaul, sangat populer tapi tetap dungu. Ia pun pergi. Aku langsung berlari kecil menghampiri ibu yang nampak riang sekali mendapat kue bolu gratis. Ah seperti anak kecil diberi permen saja ibu membuat seringai diwajahnya. Tunggu saja sampai ia mencicipi kue itu, aku yakin senyum itu tak akan berlangsung lama diwajahnya ketika memasukan potongan kue pertama pd mulutnya. Aku penasaran apa yang ibu perbincangkan pada gadis yang aku belum dan tidak mau tahu namanya siapa.
" Untuk apa anak tetangga baru itu kemari bu?" Tanya ku penasaran
"Oh, dia Anina dek, anak tetangga baru kita. Ia bilang, ia sedang mencoba beradaptasi dilingkungan kita ini. Dia pindahan dari semarang dan memberikan kue ini pada ibu. Ia bilang dia buat sendir. Baik dan ramah sekali anak itu. Ibu jadi merasa lega untuk mengetahui bahwa ia dan keluarganya lah yang menggantikan keluarga petrus menempati kamar sebelah" ibu menjelaskan panjang lebar
aku ingin sekali marah. marah, tp bingung untuk apa. mungkin sedikit cemburu melihat ibu begitu berlebihan memuji si dungu.
"aku yakin bolu itu tidak nikmat"
"aku lupa bahwa ada rasa tidak nikmat dilidahmu ketika mencicipi bolu manapun. kau begitu menyukai bolu bukan?" ibu tersenyum licik. tidak, mungkin tidak licik. namun aku benci senyuman ibu itu. seperti meledekiku. seperti ia sudah tahu bahwa aku akan menyesal bilang begitu.
***

gaduh! lagi-lagi ia buat gaduh. tidak bisa ya, sehari saja tanpa gelak tawa atau teman yg menghampiri? sepertinya setiap hari ada saja yang mengunjungi

Dia Anina


Dia pintar. dia cerdas. dia tekun, namun malas. dia acuh, namun sangat pemerhati, perduli, perasa. diapun pemberani, siapa juga ia ladeni. namun ia penakut, takut, bahkan dengan ulat sekalipun. tapi dia cantik, dia selalu cantik. dia, Anina.

***
Aargh! bising sekali tetangga baru itu buat suara. pusing, pusing!! kenapa tidak pergi saja ia kepuncak bukit dibelakang apartemen ini, cari sana tempat kosong nan luas untuk berteriak. bukan dikamar apartemen! minimal bukan dikamar apartemen sebelah kamarku! dua hari. ya, tepat dua hari, keluarga baru itu pindah kekamar sebelah. semenjak masa kontrak keluarga petrus habis dan tidak mempunyai cukup dana untuk meneruskan biaya sewa apartemen yang terbilang elit ini, dia memutuskan untuk hengkang dan mungkin mencari tempat baru. sebenarnya aku tidak perduli tentang keluarga petrus, berhubung aku tidak pula pernah berbicara kepada mereka, setidaknya mereka tidak membuat gaduh seperti yang tetangga baruku lakukan. coba lihat sudah jam setengah delapan malam, anak gadis penghuni baru itu, masih saja membuat gelak tawa dari kamarnya. bahagia, bahagia sekali kudengar. dan bukan hanya itu, ia tidak sendiri! ditemani dengan, ya, setidaknya 2-3 orang teman gadis lainnya. dan mereka pun, adalah penghuni lama apartemen ini. seingatku, mereka tinggal persis 1 lantai dibawah kamar apartemeku. hebat sekali gadis rusuh itu. baru tinggal dua hari, sudah berkawan saja. namun apa yang bisa kuperbuat? berhambur keluar, mengetuk pintu kamarnya dengan emosi, dan berteriak didepan muka gadis-gadis itu, kemudian tertawa puas setelah membuat mereka terddiam dan kembali kekamarku. benar, sungguh menyenangkan untuk dilakukan jika muka ku seperti muka orang normal. aku mendekati kaca. ketika masih kecil, ibu pernah membawaku kebioskop dekat persimpangan jalan sudirman, kami menonton film berdua. film yang ku lupa judulnya apa. yang bisa ku ingat adalah waktu dimana aku bertanya kepada ibu "ibu, mungkinkah ada orang buruk rupa, serupa monster itu?" kata ibu, "tidak nak, semua orang terlahir indah"
sekarang aku tau bahwa ibu bohong. mungkin tidak, ketika ia menjelaskan bahwa tidak ada orang sejelek monster yang kulihat difilm. karena aku, aku bahkan lebih buruk dari monster itu.
kaca memantulkan bayangan yang aku sendiri benci untuk melihatnya.
seorang pria 16 tahun yang pucat, terdapat 2 luka jahitan pada mukanya. satu persis pada pelipis kiri dan satu lagi, lebih panjang, mungkin 4cm terdapat pada pipi kiri pula. bibirku terlihat bengkak, namun tidak, aku memang terlahir dengan bibir tebal. alis ku teramat tipis, bahkan terlihat seperti tidak ada. hidungku mungkin sedikit mancung, tapi ia selalu merah, merah bagai habis digigit tikus. mungkin tikus pun mengiria bahwa hidungku ini seperti keju. keju busuk barangkali. apa yang ibu dapat banggakan kepadaku? namaku hariman, dan sekolah pun tidak! tidak lagi. hariman. nama macam apa itu. benci sekali aku mendengarnya. hannya membuatku tambah mejadi bahan bulan bulanan ketika aku masih bersekolah disekolah normal, 3tahun yang lalu. tahun kedua pada sekolah tingkat dua, menengah pertama. mereka bilang bahwa namaku seperti nama hewan buas ah atau apalah. mungkin mereka mencoba melucu. aku kurus. kurus sekali, dan pucat. berat badanku hanya 50kg dengan tinggi kurang lebih 175cm. tentang bekas jahitan dimukaku. itu dari sibrengsek yang mungkin sudah membusuk dan disodom habis dipenjara. lelaki yang seharusnya aku panggil bapak itu, memecahkan botol bir jadah itu tepat dipelipis. akupun tidak ingat pasti, tapi untuk goresan dalam dipipi ini, mungkin ketika ia menyibakkan silet diatas pipiku ini. bapak tiri bajingan. ia bahkan membotaki rambut ibu. dadaku terpanggang rasanya mengingat betapa lemahnya aku dulu sampai aku tidak dapat melindungi ibu. ah! hari2 kelam itu. aku yg sebelumnya sangat bermasalah untuk beradaptasi, harus menerima kenyataan bahwa kini, aku tidak perlu beradaptasi lagi. karena aku tidak berpergi kesekolah normal. guru yang menghampiri ke kamar apartemenku. itupun 4hari dalam seminggu. mungkin itu adalah hal bagus. bagus, karena aku dapat menghabiskan waktu leih banyak lagi dikedai kopi favoritku. bagus, karena aku dapat menghabiskan waktu lebih banyak lagi dibukit rindang belakang apartemen ini. bagus, lebih banyak aku memiliki waktu untuk sendiri dan tidak perlu berada dilingkungan berisik lagi. aku benci keributan. aku benci suasana kelas yang munafik. ribut itu munafik. pekikan pekikan itu, kubayangkan saja langsung berdiri bulu kuduk ku. aku masih berdiri menatap kaca, melihat betapa menyedihkannya diriku ini. bisa kuucapkan sekali lagi bahwa aku adalah hariman, lelaki 16thn dengan dua bekas luka menjijikan pada mukanya, botak, benar2 botak, kurus dan berkulit putih diatas pria2 berkulit putih normal lainnya, pula pucat, dan aku benci pada diriku sendiri, aku benci pada hidupku dan satu2 nya alasanku mengapa tidak ku bunuh saja diriku sendiri, hanya ibu. aku tersentak. kaget. mendengar suara bel kamar apartemenku dibunyikan seperti mendengarkan suaraku sendiri tertawa. ya, maksudnya jarang. aku tidak merasa memesan pizza. ibupun aku yakin tidak. kudengar hentakkan kaki ibu diluar mendekati arah pintu dan membukanya. aku pun penasaran, membuka pintu kamarku sedikit, dan mengintip kearah pintu.

Stuck In A Moment


terhenti pada satu titik
benar benar pada satu titik
dimana kau tidak dapat berkutik
terdiam lalu tergelitik
tergelitik untuk marah
untuk menangis
untuk bertanya
untuk berbuat sesuatu
but you stuck in a moment

Permen


rasa manis, kata lidah
terus coba terus kunyah
manis, asam, manis, asam
heran ku pikir, ibu tak suka
biarkan aku terus merasa
marah lah ia, lalu berkata
"jika bolong gigi jangan berduka, kau akan tau rasa"




hahaha, i dont know but maybe i can called this poetry or a verse. a poem had been written 9 yrs ago. im only 8 that day. lol, i can rememember how angry i am at mom for forbade me eating candy. but now i know that sweets wont always be sweet. haha

Yeah, I would gladly write this straight forwards cause I can't hold it any longer. tho I never thought I'll write piece of crap on my blog site -where I always acted so fuckin cool here- since there's no one I'm trust enuf to telling this and considering that theres no one would read and following my blog, plus,I would mend my own shit rite now.

So here's the shit.
Boy. Love. Feeling. wrong time period. I don't know why am I still believe that this worth something precious I'll catch up in future, yeah,the only reason that makes me standing still here is belief that i would be "paid". Its so hard to accept the condition that changed me into the prohibited dangerous girl alive. I mean, ok just make it simple. But no way! Its not simple indeed so what made me believe that I can do this? That we could gon thru this?
Love love love. What is it good for?

"You know. If only I could tell you all the things in my heart but what was go out just kind of distraction things came from my head. I keep talking, but what I really wanna say to you can't get over. It is stuck in my tounge, made me screwed myself even more. And again, this is sure the very first time, I can't say things. Its not me. Its not me who can't say that I miss you so much. Its not me who can't say that I want you now no matter what. Its not me who can't say that I really need your kisses and hugs. Im saying that I do need to hear you say you need me. Ask me, force me to stay here, wait for you til the "day" comes. I don't care, I don't give a damn fuckin shit of how it would be long. I don't ask for "making me feel" anymore, just tell me and let me know that, you need me. That you still wanted me besides you. I don't expect something in returns. What I expect is just knowing that you are happy with me, and you wanted me back. Simple as that.

But no, then again, its not that simple. Its never been simple from the first time its started.

Since its always the opposite outcome you gave me everytime i tried saying this, I regretfully leave it unspoken. I'm out of blue and funny it is.
I'm not asking for a whole world but you. Imagining you and I spend day and night together, back forward the time. Our good times. And its strong, so strong til I can stands up back again from fallin the shit down. You know, if only I could type all of this on your bbm's chat box.

I don't want anything. I don't ask anything. Every time I'm trying to talk about deep stuff like this, you always take it hard and started to say words undirectly told me that you got no problem for loosing me. Responed me like I ask for eiffel tower. Like I ask for billion dollars diamond. That's not what I mean!
"Aku cuma mau kamu pertahanin", knowing that you need and wants me back, chill the fuck outta me. I'm worth it yog. I'm worth too.

So, let me tell you two things here,
1. just tell me, if I had to give up now, I'm all ok. As long as you happy, even without me. I'm staying strong and you've got to understand that its not easy. So appreciate it
2. Im still hangin' here, AS LONG as you wanted me to. Then things will be back again, day will passed until the judgement day, university test and everything's gonna be alright, and sure will be lot of better.

You've got to understand, its hurt and hard and tiringfull and pointless to keeps something they don't want someone to keep. and now, i try to figures out if it is happen to me or not,

Its all my fault. Its my fault to letting my dreams made me believe that you and me, together, is what's God wants us to be. and its not what is God wanted, its totally me. Just me.

I never told you that its gonna be easy. But its gonna be worth it. I guarantee that.
  • Leave a comment
  • Add to Memories

Jiwa Bumi Pusaka


hello! this is me on january 19th tryin to tell you all my opinion. well, i sent this manuscript to the one of writting competition and yeah, lucky me, My position as a third winner will show you my crude works before i post it. enjoy :P


Jiwa Bumi Pusaka
First thing first ,u might think that we’ll give you our sightseeing’s doctrine –based on my topic- atau para remaja yang mempunyai semangat patriot untuk memperbaiki retakan dalam dinding rahim bangsa kami. namun, saya tidak sesempit itu. Yang akan saya bicarakan disini bukan apa saja kejadian-kejadian universal yang terjadi secara konvensional, bahkan mungkin berskala, yang melenceng jauh dari garis hakikinya. yang saya tulis lebih simple, hanya pendapat.im not going to lift all aspects of the deviation, tapi adalah mengangkat inti atom dari hancurnya bulat dunia yang sempurna, dan itu hanya: kemanusiaan dan nasionalisme

Pertama itu untuk bangsaku: saya besar disini. Entah mengapa saya begitu cinta kepada negeri ini, bumi yang pertama kali menopang tapakkan kakiku. ketika orang-orang bertanya “kenapa anda begitu cinta terhadap tanah koruptor seperti ini?” aku hanya balik bertanya “apakah kamu akan membenci sepatu pertamamu, yang melindungi kulit kakimu, selusuh apapun ia?”. Relatif bukan? Banyak hal relatif tak terbantahkan, tapi tidak untuk mencintai negeri sendiri apalagi kemanusiaan. Generasi muda dapat dibilang masaku hidup sekarang. Ketika kaum muda mempunyai idealisme yang benar-benar kokoh dan beralaskan. Pertanyaannya disini adalah haruskah kekokohan idealisme itu rubuh ketika ditabrakkan oleh kepentingan-kepentingan praktis?

Sang penerus muda bertugas untuk terus melakukan yang generasi atas atau para kaum tua lakukan dan wariskan, dimana para pelurus bertugas kembali membawa hal-hal yang melenceng terlalu jauh kembali kejalurnya. Tabrakan antara perbedaan ideologi akan kembali memuntahkan peperangan untuk mendapatkan pembenaran opininya. Semua kemajuan, terutama diindonesia adalah dimotori oleh kaum pemuda. Bisa dikatakan bahwa kita generasi pelurus mempunyai andil yang besar namun tidak absolut untuk mengarahkan itu semua. Timbulnya semangat patriotisme dan nasionalisme itu ketika kita merasa terdesak oleh zaman, dimana kita menyaksikan jutaan ribu tubuh yang tak bernyawa memijakkan kaki pada sepanjang jalan dan ribuan ruh yang dipaksa lepas pada jasad yang ditinggalkan, pula mereka adalah sanak dan sudara sebangsa kita. Namun timbulnya kehancuran atas idealisme nasionalis yang sudah dibangun berubah keranah tidak wajar, merubah polapikir dan menganggap itu semua menjadi naif dengan tameng "realistis". Lalu, yang orang2 lakukan pada zaman kini apakah semu dan diartikan sebagai hal yang dilakukan bedasarkan panutan?

well, im not going to continue this lol :p

january 9th, middle of 2012's nite


HI PEEPS its been a year since I wrote my last post on 2011 :p

my super late merry Christmas and happy new year greets are dedicated for you all..this is my story tonite. well, I don't know where to start, and where to ends. I just missing someone I knew for the last 6yrs of my life. I don't know if it is necessary to told you about how long I've know this big guy, but, I wish he were here now, I can tell.. But I don't wanna make you guys see me as a, you know, uncontrolable-hormones-inside-a-walking-thing so I'm gon have to end this shit hahaha, cheer up to the world, cheer up for ending my holiday and ruined my sleeping cycle for writing this. Xoxo

Astaga!!


Begitu banyak rintangan
Yang harus kau hadapi
Tapi mengapa kau diam saja
Tak berdaya

Dibelia usia
Dimasa-masa paling indah
Kau tampak wo tak berdaya

Sementara yang lainnya
Hidup seenaknya
Seakan waktu tak kan pernah
Ada akhirnya

Hanya mengejar
Kepentingan diri sendiri
Lalu cuek akan derita sekitarnya

Astaga
Apa yang sedang terjadi woho
Astaga
Hendak kemana semua ini

Sementara yang lainnya
Hidup seenaknya
Seakan waktu tak kan pernah
Ada akhirnya

Hanya mengejar
Kepentingan diri sendiri
Lalu cuek akan derita sekitarnya


Bila kaum muda sudah tak mau lagi peduli
Mudah putus asa dan kehilangan arah

Gaya anak muda masa kini penuh canda tawa ria riang sepanjang malam dengan musik irama reggae melompat bergetar rasakan irama gerakkan tanganmu kita bergoyang kekiri kekanan ikuti irama
Yoyoyoyo
Semua berdansa hati gembira pertapun meriah

Astaga
Apa yang sedang terjadi
Astaga

december 8th


its funny when ur fondness thing transfromed conversely bcos anyother thing u doing. like now, i got a free day off from school (thanks for tummy cramp) and what i do now just cherish every moment im home. what funny is as i could remember, i never bear to be grounded like this before. and now, i enjoyed everymoment i spend in my bed :p why? its simple.. my status as a last year student made me quite busy, then i tried to get my brain rackin to take an advantage from my own house, so i dont deem it as a place to sleep anymore. i just, homesick bro. lol

little tatle


Rifky: im sad seeing you here, sitting alone, reading and not intend to do fun things with those girls
Me:   im sad seeing them there, laughin around together, flatter to each other, and not intend it at all

Profile

[info]myspeaks
myspeaks

Latest Month

April 2012
S M T W T F S
1234567
891011121314
15161718192021
22232425262728
2930